Article

Overload adalah Sumber Masalah, Kenali Tanda dan Cara Pencegahannya

Dalam aktivitas pengangkatan barang, satu kesalahan kecil bisa berujung masalah besar. Overload adalah kondisi yang sering terjadi tanpa disadari, padahal dampaknya bisa merusak alat dan membahayakan keselamatan kerja. Lewat artikel ini, Anda akan memahami apa itu overload, tanda-tandanya, serta cara sederhana untuk mencegahnya sebelum terlambat.

Apa Itu Overload?

Overload adalah kondisi ketika beban yang diangkat melebihi kapasitas maksimum yang diizinkan oleh alat angkat atau perlengkapannya. Kapasitas ini biasanya sudah ditetapkan oleh pabrikan dan tercantum jelas dalam spesifikasi teknis, seperti pada crane, hoist, sling, atau tali angkat.

Sebagai contoh, ketika tali dengan WLL tertentu dipaksa mengangkat beban di atas kapasitasnya, kekuatan material akan terus tertekan. Dalam kondisi ini, meskipun tali belum putus, risiko kerusakan permanen hingga kegagalan mendadak sangat tinggi, terutama jika terjadi shock load akibat tarikan atau hentakan tiba-tiba.

Intinya, ini adalah kondisi yang berkaitan langsung dengan batas kerja aman alat, perhitungan beban yang akurat, dan bagaimana beban tersebut diangkat di lapangan. 

 

Kenapa Overload Berbahaya?

Risiko overload tidak bisa dianggap sepele, apalagi jika menyangkut alat berat dan sistem lifting di lapangan. Berikut ini bahaya utama yang perlu Anda waspadai:

  • Kerusakan Mesin

Beban berlebih mempercepat keausan pada bagian penting seperti sling, wire rope, hook, dan bearing. Pada kasus ekstrem, overload bisa menyebabkan sling putus atau struktur alat patah secara tiba-tiba.

  • Produktivitas Menurun

Alat yang dipaksa bekerja di luar kapasitas sering bergerak lebih lambat atau macet. Waktu untuk menyelesaikan pengangkatan pun jadi lebih lama, bahkan bisa menghambat keseluruhan proses kerja. 

  • Biaya Perbaikan Meningkat

Kerusakan karena overload biasanya lebih parah dan membutuhkan perbaikan menyeluruh. Biaya perbaikan alat berat, penggantian sling, atau load cell yang rusak jauh lebih mahal dibandingkan dengan biaya perawatan rutin.

  • Risiko Kecelakaan Kerja

Overload adalah salah satu penyebab utama kecelakaan angkat-mengangkat. Contohnya, alat angkat bisa roboh, beban terlepas, atau pekerja terluka akibat alat yang gagal menahan beban. Risiko semakin tinggi jika tidak ada alat pengaman seperti overload limiter atau load cell.

Dengan memahami risiko di atas, Anda bisa lebih berhati-hati dalam mengelola beban dan menjaga alat tetap aman digunakan. 

 

Apa Saja Penyebab Overload yang Paling Sering Terjadi?

Overload tidak terjadi begitu saja, biasanya ada beberapa faktor utama yang memicu kelebihan beban pada alat angkat. Berikut ini penyebab paling sering yang harus Anda perhatikan:

1. Salah Perhitungan

Kesalahan dalam menghitung berat beban, sudut pengangkatan, dan kapasitas alat sering menjadi penyebab utama overload lifting

Banyak operator yang tidak memperhatikan load chart crane, derating sling, atau dynamic factor saat menghitung kapasitas angkat. Akibatnya, alat dipaksa bekerja melebihi batas aman, padahal angka yang ditampilkan di load cell belum tentu sesuai kondisi lapangan. 

2. Pengertian Batas Aman yang Keliru

Banyak yang mengira safety factor atau minimum breaking load (MBL) adalah batas aman untuk mengangkat beban lebih berat. Padahal, WLL (Working Load Limit) dan SWL (Safe Working Load) adalah batas maksimal yang diperbolehkan untuk pemakaian rutin. Safety factor hanya untuk antisipasi darurat, bukan patokan kapasitas angkat sehari-hari.

3. Kurangnya Pengawasan

Minimnya pengawasan dari tim safety atau supervisor membuat praktik overload sering terulang. Jika pengawasan lemah, prosedur pemeriksaan beban, pemantauan alat, hingga penggunaan overload limiter sering diabaikan. Lama-kelamaan, kebiasaan ini berisiko menjadi penyebab kecelakaan kerja yang berulang.

 

Tanda-Tanda Overload yang Mudah Dikenali

Overload sering kali terjadi tanpa disadari, namun sebenarnya ada beberapa ciri khas yang bisa Anda amati. Berikut ini tanda-tanda umum yang patut diwaspadai:

  • Suara Mesin Lebih Keras dan Tidak Normal

Ketika mesin atau alat lifting bekerja melebihi kapasitas, biasanya suara motor, gearbox, atau sistem hidrolik menjadi lebih bising, kasar, bahkan disertai bunyi getaran yang mengkhawatirkan. Ini bisa menjadi tanda adanya beban berlebih pada sistem.

  • Perlambatan atau Hambatan Gerak

Alat angkat bergerak jauh lebih lambat dari biasanya, atau tampak tersendat saat mengangkat maupun menurunkan beban. Bahkan, ada kalanya mesin terhenti mendadak saat mendekati posisi puncak. 

  • Komponen Cepat Aus atau Rusak

Bagian seperti sling, wire rope, hook, atau struktur angka mengalami retakan, bentuk melengkung, atau tampak mulai terlepas dari dudukannya. Jika dibiarkan, kerusakan ini bisa berujung pada kegagalan total alat.

  • Sistem Pengaman Sering Aktif

Pada alat angkat modern, overload limiter, load cell, atau sistem alarm sering memberikan peringatan atau bahkan memutus arus kerja secara otomatis saat mendeteksi beban berlebih. Jika mengabaikan tanda ini, risiko kegagalan semakin besar. 

  • Terjadi Slip atau Loncatan Beban

Kadang, saat overload terjadi, beban bisa tiba-tiba “loncat” atau slip dari pengait akibat gaya tarik yang tidak seimbang. Ini sangat berbahaya, terutama pada lifting dengan sudut miring atau saat menggunakan alat dengan angle factor tinggi.

Mengamati dan memahami tanda-tanda di atas bisa membantu Anda mencegah kecelakaan dan kerusakan alat sebelum overload benar-benar memicu masalah besar.

 

Bagaimana Cara Mencegah Overload?

Overload bisa sekali dicegah agar proses lifting tetap aman dan alat lebih awet. Ada beberapa langkah praktis yang dapat Anda terapkan, di antaranya:

  • Distribusikan Beban dengan Benar

Pastikan beban terdistribusi merata pada sling, rantai, atau alat angkat lain. Perhatikan juga angle factor, karena sudut pengangkatan yang terlalu besar bisa memperbesar tekanan pada alat. 

  • Perkirakan Berat Beban dengan Akurat

Gunakan load cell atau alat ukur lain untuk memastikan berat beban sebelum diangkat. Jangan mengandalkan perkiraan visual atau asumsi, apalagi untuk beban yang besar.

  • Lakukan Perawatan Rutin

Jadwalkan pemeriksaan alat secara berkala, termasuk pemeriksaan kondisi sling, hook, dan overload limiter. Perawatan rutin akan membantu Anda menemukan tanda awal kerusakan sebelum overload terjadi.

  • Gunakan Alat Angkat yang Sesuai

Selalu pilih alat atau mesin lifting yang kapasitasnya sesuai dengan beban kerja. Pastikan data WLL, SWL, dan load chart crane sudah dipahami seluruh tim. 

  • Perkuat Pelatihan dan Pengawasan

Pastikan operator dan seluruh tim paham tentang risiko overload, fungsi safety factor, serta cara membaca load chart dan mengatur derating sling. Pengawasan yang ketat akan membantu mengurangi kesalahan manusia. 

Baca juga: Rigging: Komponen, WLL & SOP Lifting

 

Jangan Biarkan Overload Mengancam Keselamatan Kerja Anda

Overload adalah sumber masalah yang bisa datang kapan saja jika Anda lengah dalam merencanakan, mengawasi, atau menggunakan alat angkar di tempat kerja. Mulai dari kerusakan alat, penurunan produktivitas, hingga risiko kecelakaan kerja, semua bisa dicegah jika Anda memahami tanda dan penyebabnya sejak awal. 

Lakukan pemeriksaan alat secara rutin, pastikan seluruh tim memahami kapasitas alat, dan jangan pernah abaikan peringatan overload limiter atau sistem pengaman lainnya. Jika Anda butuh perlengkapan lifting yang terjamin aman atau butuh konsultasi, Mega Jaya siap membantu Anda menemukan solusi terbaik untuk setiap kebutuhan proyek.

Jangan tunggu sampai overload benar-benar menimbulkan kerugian. Lindungi aset dan keselamatan tim Anda mulai sekarang!

 

FAQ

1. Overload adalah apa dan mengapa harus dihindari?

Overload adalah kondisi di mana alat angkat atau mesin digunakan untuk mengangkat beban melebihi kapasitas maksimumnya. Kondisi ini harus dihindari karena dapat merusak alat, menurunkan produktivitas, dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja.

2. Apa saja tanda-tanda alat mengalami overload?

Tanda-tanda overload antara lain mesin berbunyi lebih keras, gerakan alat melambat atau tersendat, komponen seperti sling atau hook mulai rusak, dan alarm overload limiter sering aktif.

3. Bagaimana cara menghitung kapasitas aman alat angkat agar tidak overload?

Pastikan untuk selalu mengacu pada WLL (Working Load Limit) atau SWL (Safe Working Load) yang tertera pada alat. Jangan pernah menggunakan angka MBL (Minimum Breaking Load) sebagai acuan kapasitas kerja. Selalu perhitungkan juga angle factor dan dynamic factor pada pengangkatan.

4. Apa perbedaan WLL, SWL, dan MBL dalam dunia lifting?

WLL (Working Load Limit) dan SWL (Safe Working Load) adalah batas maksimal beban yang boleh diangkat secara rutin dan aman. MBL (Minimum Breaking Load) adalah kekuatan putus minimum alat, bukan batas kerja harian.

5. Apa langkah paling efektif untuk mencegah overload?

Lakukan pemeriksaan alat secara berkala, gunakan load cell atau overload limiter, distribusikan beban dengan benar, dan pastikan operator paham prosedur serta load chart crane sebelum melakukan lifting.