Artikel

Temukan Jenis-Jenis Tali Dadung Kapal & Tali Dadung Plastik yang Cocok Untuk Industri Anda

jenis-jenis-tali-dadung

Apakah Anda mencari tali dadung kapal dan tali dadung plastik untuk membantu industry atau pekerjaan Anda? Jangan langsung memilih tali begitu saja saat Anda melihatnya pertama kali. Sebaiknya lakukan riset terlebih dahulu tentang kekuatan, kelemahan dan kegunaan baik pada tali dadung kapal maupun tali dadung plastik yang akan dipilih.

Jenis-Jenis Tali Dadung

tali-dadung

Sebelum membahas lebih lanjut tentang tali dadung kapal dan tali dadung plastik, Anda harus mengetahui jenis-jenis tali berdasarkan bahannya terlebih dahulu :

1. Tali Kevlar

Jika Anda mencari tali dadung kapal yang lebih kuat dibandingkan tali jenis lainnya, mungkin tali Kevlar dapat dijadikan pilihan terbaik. Hal ini dikarenakan bahan pembuatan tali Kevlar sendiri sangat kuat.

Selain memiliki tingkat kekuatan tinggi, tali dadung kapal jenis ini juga tahan api, tahan air, tahan beku, tahan karat dan tahan bahan kimia. Bahkan tali dadung kapal ini dikenal memiliki ketahanan terhadap suhu ekstrim hingga 500 derajat sebelum mulai melemah.

Mengingat kekuatan dan ketahannya terhadap berbagai hal, termasuk suhu yang ekstrem, tali ini menjadi pilihan ideal untuk aplikasi di darat maupun di laut.

Meskipun tali Kevlar sangat kuat, namun kekuatannya mengacu terhadap kekuatan Tarik tali dan bukan kekuatan kompresinya. Tali Kevlar memiliki kekuatan kompresi yang buruk, sementara kekuatan tariknya bagus. Ini artinya, tali bisa menahan gaya tarikan yang kuat. Kelemahan jenis tali dadung kapal ini tidak mempunyai ketahanan UV yang baik.

Biasanya tali Kevlar digunakan untuk aplikasi kekuatan tinggi, suhu ekstrim dan aplikasi yang bersifat non stretch.

2. Tali Manila

Tali manila disebut juga sebagai tali tradisional. Tali dadung plastik alami ini biasa digunakan untuk Tarik tambang.

Tali manila memiliki daya tahan dan fleksibilitas tinggi. Tali manila juga tidak mudah meleleh. Sehingga menjadi pilihan ideal untuk pekerjaan yang melibatkan lansekap atau dekorasi.

Tali dadung plastik ini tidak terkait dengan pekerjaan berat namun tali manila ialah salah satu tali yang memiliki visual menarik. Wajar jika tali ini sering diaplikasikan dalam proyek dekorasi rumah.

Meskipun demikian, tali manila memiliki kelemahannya sendiri. Ketika basah, tali manila akan menyusut. Inilah akibatnya kenapa tali manila tidak ideal untuk aplikasi di bidang kelautan, seperti perkapalan. Sehingga tidak cocok dijadikan sebagai tali dadung kapal.

Biasanya tali manila digunakan untuk aktivitas olahraga, kerajinan, berkebun, dekorasi dan tangga tali.

3. Tali Nilon

Tali nilon memiliki kekuatan yang lebih kuat dibandingkan tali manila. Tali dadung plastik ini tahan UV, tahan aus dan tahan busuk. Inilah yang membuat tali ini sebagai pilihan ideal untuk berbagai pekerjaan. Kekuatan terbesar nilon terletak dari kekuatannya.

Tali jenis lainnya cenderung bersifat kuat atau fleksibel. Tapi nilon justru memiliki keduanya. Tali jenis ini bisa mempertahankan keunggulannya dan fleksibel. Tali dadung plastik bisa menjadi pilihan yang tepat untuk berbagai pekerjaan, terutama untuk membuat tali penarik, jangkar atau puli.

Hanya saja, kekurangannya ialah tali nilon ini tidak bisa digunakan dalam kondisi basah, karena bisa mempengaruhi kekuatannya. Tali nilon saat basah akan lebih mudah rapuh. Karenanya tidak dapat dijadikan pilihan untuk aplikasi di laut.

4. Tali Polyester

Ada berbagai macam tali sintetis dan salah satunya ialah polyester. Tali ini cocok diaplikasikan ke dalam berbagai macam proyek. Mirip seperti tali sintetis lainnya, polyester juga tahan UV dan abrasi. Saat basah, tali ini masih mempertahankan kekuatannya, berbeda dengan nilon. Inilah alasan kenapa polyester sering diaplikasikan saat berlayar.

Jika dilihat secara keseluruhan, tali dadung plastic ini multifungsi, selain biayanya terjangkau, ketahanan terhadap abrasi, pembusukan dan stabilitas UV juga cukup tinggi. Selain itu, menawarkan berbagai macam warna yang solid. Hanya saja kelemahannya tidak bisa mengapung.

Tali polyester biasanya dipakai untuk pemakaian umum, penggunaan laut, luar ruangan, penggunaan industri dan pelayaran.

5. Tali Polypropylene

Jika Anda mencari jenis tali dadung plastik yang bisa menahan kondisi basah, maka tali polypropylene bisa dijadikan pilihannya. Kekuatan tali ini tidak menyerap air. Inilah alasan kenapa tali ini bisa dijadikan pilihan yang tepat untuk bekerja di iklim yang basah.

Tali ini tidak hanya tidak menyerap air, tetapi juga dapat mengapung di air. Karena itu, polypropylene sering digunakan untuk membuat jalur renang. Tali ini juga tahan terhadap sebagian besar bahan kimia, tahan jamur, lebih ringan dan tahan minyak.

Kekurangannya ialah tali ini mempunyai keterbatasan meskipun cenderung efisien bagi banyak pekerjaan.

Tali ini mempunyai ketahanan abrasi yang rendah dan ketahanan UV rendah. Jika ditempatkan di bawah terik sinar matahari, tali bisa memburuk dengan cepat. Tali dadung plastik ini juga meleleh pada suhu rendah.

Kelemahan lainnya ialah resistensi terhadap peregangannya rendah. Ini artinya, jika Anda meregangkan tali, maka tali tidak akan kembali ke ukuran aslinya. Ini bisa menjadi keuntungan maupun kerugian, tergantung dari sifat pekerjaannya.

Pemakaian polypropylene biasanya diaplikasikan untuk peralatan luar ruangan, olahraga, aplikasi kelautan, pekerjaan listrik dan aplikasi yang memerlukan peregangan.

Menemukan Jenis-Jenis Tali Dadung Terbaik Untuk Industri Anda

tali-dadung

1. Penggunaan Umum

Jika Anda ingin tali yang multifungsi, maka polyester adalah pilihan yang ideal untuk penggunaan secara umum. Selain terjangkau, juga bisa digunakan untuk berbagai aplikasi utilitas luar ruangan.

Selain polyester, Anda juga bisa memilih tali nilon. Sebaiknya hindari pemakaian tali kapas untuk penggunaan umum.

2. Kekuatan

Jika membutuhkan tali yang kuat, tidak banyak jenis tali yang bisa menyaingi nilon sebenarnya. Namun tali nilon sendiri tidak hanya mempunyai kekuatan yang luar biasa,melainkan juga bisa meregang. Inilah alasannya kenapa banyak orang memilihnya saat mencari tali yang mempunyai kekuatan.

Tali nilon juga tahan terhadap sinar UV, pembusukan dan keausan, sehingga menjadikannya pilihan terbaik untuk penarik, puli atau tali jangkar.

Jika Anda mencari tali yang memiliki kekuatan tertentu, sebaiknya hindari tali seperti sisal, manila dan kapas.

3. Keawetan

Beberapa pekerjaan memerlukan tali dadung kapal dan plastik yang mempunyai daya tahan sangat baik. Polyester tanpa diragukan lagi, adalah pilihan yang tepat untuk hal ini. Selain tahan lama, tetapi juga dapat memeprtahankan kekuatannya saat terkena air dan sinar matahari.

Hindari memakai tali manila, sisal dan kapas jika ingin awet.

4. Dapat Meregang

Jika Anda memerlukan tali dengan kemampuan meregang dengan baik, maka pilihannya ialah polipropilen dan nilon.

Untuk penggunaan tali outdoor, Anda bisa memilih tali berbahan nilon karena dapat tahan lebih lama dalam kondisi outdoor dibandingkan polipropilen.

5. Tidak Meregang

Sebaliknya, jika Anda mencari tali yang tidak memiliki kemampuan meregang, maka tali Kevlar adalah yang terbaik. Perlu diingat bahwa saat digunakan di luar ruangan, maka tali Kevlar akan lebih cepat rusak. Sehingga pastikan Anda memilih tali Kevlar, karena tali ini akan lebih tahan lama.

Itulah beberapa jenis tali dadung yang bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan. Apakah itu tali dadung kapal atau tali dadung plastik, sebaiknya sesuaikan penggunaannya dengan spesifikasi tali dan keperluan industri yang Anda kerjakan. Jika Anda masih bingung memilih tali yang tepat untuk aktivitas industry Anda, konsultasikan kebutuhan Anda di Megajaya.co.id!