Article, Kategori Lainnya

Mengenal 5 Kategori Jenis Stainless Steel: Austenitic, Ferritic, Martensitic, Duplex, Precipitation-Hardened (PH) (Part 2)

kategori tipe stainless steel

Stainless steel adalah paduan berbasis besi yang mengandung sedikitnya 10,5% kromium. Kandungan kromium membentuk lapisan pasif pada permukaan material yang membantu meningkatkan ketahanan terhadap korosi.

Secara umum, terdapat lima kategori utama stainless steel, yaitu austenitic, ferritic, martensitic, duplex, dan precipitation-hardened (PH). Masing-masing memiliki struktur mikro, karakteristik, kekuatan, ketahanan korosi, hingga aplikasi yang berbeda.

Pemilihan jenis stainless steel sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan, seperti lingkungan korosif, suhu kerja, kebutuhan pengelasan, kekuatan mekanis, serta kemudahan fabrikasi. Mega Jaya juga menjelaskan bahwa perbedaan kategori stainless steel terutama dipengaruhi komposisi kromium, nikel, molibdenum, karbon, nitrogen, dan elemen paduan lainnya.

Sekilas Tentang Stainless Steel

Stainless steel dikenal sebagai material yang tahan terhadap korosi, oksidasi, dan penggunaan jangka panjang. Ketahanan tersebut berasal dari kandungan kromium yang membentuk lapisan oksida pelindung pada permukaan baja.

Selain kromium, beberapa stainless steel juga mengandung unsur lain, seperti:

  • Nikel, untuk membantu membentuk struktur austenitik dan meningkatkan ketahanan korosi.

  • Molibdenum, untuk meningkatkan ketahanan terhadap korosi celah dan pitting, terutama pada lingkungan yang mengandung klorida.

  • Karbon, untuk meningkatkan kekuatan dan kekerasan pada grade tertentu.

  • Nitrogen, untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanan korosi.

  • Titanium atau niobium, untuk membantu stabilisasi material pada aplikasi suhu tinggi.

Penting: stainless steel bukan berarti tidak dapat berkarat sama sekali. Ketahanan korosi setiap material tetap bergantung pada grade, kondisi lingkungan, desain produk, proses fabrikasi, dan perawatan.

Baca juga: Mengenal Tipe-Tipe Stainless Steel: Sejarah, Material Pembuatan, Kategori, Hingga Jenis Grade (Part 1)

Tabel Perbandingan 5 Tipe Stainless Steel

Jenis Stainless Steel Karakteristik Utama Sifat Magnetik Perlakuan Panas Contoh Grade Aplikasi Umum
Austenitic Tahan korosi, mudah dibentuk, mudah dilas Umumnya non-magnetik Tidak dapat dikeraskan dengan heat treatment 301, 304, 316, 321, 347 Peralatan dapur, medis, otomotif, kimia, marine
Ferritic Tahan oksidasi, konduktivitas termal baik, ekspansi termal rendah Magnetik Tidak dapat dikeraskan dengan heat treatment 409, 410S, 430, 446 Knalpot kendaraan, peralatan dapur, wastafel, peralatan makanan
Martensitic Kuat, keras, tahan aus, ketahanan korosi relatif lebih rendah Magnetik Dapat dikeraskan dengan heat treatment 410, 416, 420, 431, 440 Pisau, alat bedah, valve, shaft, pompa, komponen mesin
Duplex Kuat, tahan korosi tinggi, tahan stress corrosion cracking Umumnya magnetik Tidak dikeraskan seperti martensitic 2205, S31803, S32205, 2507 Oil and gas, marine, kimia, desalination, pulp and paper
Precipitation-Hardened/PH Kekuatan tinggi, stabil secara dimensi, tahan korosi Bergantung grade Dapat dikeraskan dengan proses aging 17-4 PH/630, 17-7 PH, A286 Aerospace, oil and gas, valve, fastener, gear, komponen presisi

1. Austenitic Stainless Steel

aplikasi austensitic stainless steel

Austenitic stainless steel adalah jenis stainless steel yang paling umum digunakan. Material ini dikenal karena ketahanan korosi yang baik, kemampuan bentuk tinggi, dan sifat pengelasan yang baik.

Austenitic memiliki struktur kristal face-centered cubic atau FCC. Sebagian besar grade austenitic bersifat non-magnetik dalam kondisi anil, walaupun sifat magnetik dapat muncul sebagian setelah proses pengerjaan dingin tertentu.

Karakteristik Austenitic Stainless Steel

  • Ketahanan korosi baik hingga sangat baik.

  • Mudah dibentuk, ditekuk, dan difabrikasi.

  • Umumnya mudah dilas.

  • Tidak dapat dikeraskan melalui perlakuan panas.

  • Umumnya non-magnetik.

  • Cocok untuk aplikasi suhu rendah maupun tinggi, tergantung grade.

  • Memiliki kandungan kromium dan nikel yang relatif tinggi.

Contoh Grade Austenitic Stainless Steel

komposisi material austenitic

Grade Karakteristik Singkat Aplikasi Umum
301 Ekonomis dan dapat dikeraskan melalui pengerjaan dingin Komponen otomotif, pegas, panel
304 Grade serbaguna dengan ketahanan korosi baik Peralatan dapur, tangki, sink, peralatan makanan
316 Mengandung molibdenum untuk ketahanan korosi lebih tinggi Marine, kimia, farmasi, perpipaan
317 Kandungan molibdenum lebih tinggi dari 316 Lingkungan kimia dan korosif tertentu
321 Distabilkan dengan titanium untuk aplikasi suhu tinggi Exhaust system, heat exchanger, komponen panas
347 Distabilkan dengan niobium Peralatan proses dan aplikasi suhu tinggi

Aplikasi Austenitic Stainless Steel

Austenitic stainless steel banyak digunakan untuk:

  • Peralatan dapur dan peralatan pengolahan makanan.

  • Peralatan medis dan instrumen bedah.

  • Tangki penyimpanan dan perpipaan.

  • Komponen otomotif, termasuk fuel rail.

  • Komponen arsitektur dan dekoratif.

  • Peralatan kimia dan farmasi.

  • Aplikasi marine, terutama dengan grade 316 atau grade yang sesuai.

2. Ferritic Stainless Steel

aplikasi ferritic stainless steel

Ferritic stainless steel adalah stainless steel dengan kandungan kromium yang cukup tinggi dan kandungan karbon rendah. Jenis ini memiliki struktur mikro ferritic serta umumnya bersifat magnetik.

Ferritic tidak dapat dikeraskan melalui perlakuan panas seperti martensitic stainless steel. Namun, material ini memiliki ketahanan oksidasi yang baik, konduktivitas termal lebih tinggi daripada austenitic, dan koefisien ekspansi termal yang lebih rendah.

Karakteristik Ferritic Stainless Steel

  • Bersifat magnetik.

  • Memiliki ketahanan oksidasi yang baik.

  • Memiliki konduktivitas termal yang baik.

  • Koefisien ekspansi termal relatif rendah.

  • Tidak dapat dikeraskan dengan heat treatment.

  • Memiliki kandungan nikel rendah atau tanpa nikel.

  • Ketahanan terhadap stress corrosion cracking dapat lebih baik pada lingkungan tertentu.

Contoh Grade Ferritic Stainless Steel

komposisi material ferritic

Grade Karakteristik Singkat Aplikasi Umum
409 Mengandung kromium dan titanium; digunakan untuk ketahanan oksidasi Sistem knalpot kendaraan
410S Karbon rendah dan dapat digunakan untuk aplikasi panas tertentu Petrokimia, minyak dan gas, furnace
430 Grade ferritic umum dengan tampilan dekoratif Peralatan dapur, panel, dekorasi
446 Ketahanan oksidasi tinggi pada suhu tinggi Furnace dan aplikasi panas

Aplikasi Ferritic Stainless Steel

Ferritic stainless steel dapat digunakan untuk:

  • Knalpot dan komponen otomotif.

  • Peralatan memasak.

  • Wastafel dan peralatan dapur.

  • Mesin pencuci piring.

  • Peralatan pengolahan makanan.

  • Aplikasi perpindahan panas.

  • Pengencang dan komponen magnetik.

  • Komponen industri dengan kebutuhan ketahanan oksidasi.

3. Martensitic Stainless Steel

aplikasi martensitic

Martensitic stainless steel adalah jenis stainless steel yang dapat dikeraskan melalui perlakuan panas. Material ini dipilih ketika aplikasi membutuhkan kekuatan, kekerasan, dan ketahanan aus yang lebih tinggi.

Dibandingkan austenitic atau duplex, ketahanan korosi martensitic umumnya lebih terbatas. Namun, kemampuan material ini untuk dikeraskan membuatnya cocok digunakan pada komponen yang mengalami gesekan, pemotongan, atau beban mekanis tinggi.

Karakteristik Martensitic Stainless Steel

  • Dapat dikeraskan dengan perlakuan panas.

  • Memiliki kekuatan dan kekerasan tinggi.

  • Umumnya bersifat magnetik.

  • Ketahanan aus baik.

  • Ketahanan korosi bervariasi berdasarkan grade.

  • Kemampuan bentuk dan las dapat lebih terbatas, khususnya pada grade karbon tinggi.

  • Cocok untuk komponen presisi, pisau, valve, dan bagian mesin.

Contoh Grade Martensitic Stainless Steelkomposisi material martensitic

Aplikasi Martensitic Stainless Steel

Martensitic stainless steel biasa digunakan untuk:

  • Pisau, alat potong, dan alat makan.

  • Instrumen bedah dan dental.

  • Katup, pompa, impeller, dan shaft.

  • Komponen turbin.

  • Fastener dan pegas.

  • Bearing, mould, serta alat ukur.

  • Komponen mesin dengan kebutuhan kekerasan tinggi.

4. Duplex Stainless Steel

aplikasi duplex stainless steel

Duplex stainless steel adalah stainless steel dengan struktur mikro campuran austenitic dan ferritic. Kombinasi ini menghasilkan material dengan kekuatan tinggi dan ketahanan korosi yang baik, terutama untuk lingkungan yang mengandung klorida.

Duplex banyak digunakan pada sektor yang menuntut ketahanan terhadap pitting corrosion, korosi celah, serta stress corrosion cracking, seperti industri minyak dan gas, marine, pemrosesan kimia, dan desalination.

Karakteristik Duplex Stainless Steel

  • Memiliki kombinasi struktur austenitic dan ferritic.

  • Kekuatan mekanis lebih tinggi dibanding banyak grade austenitic.

  • Ketahanan korosi sangat baik.

  • Tahan terhadap pitting dan korosi celah pada lingkungan tertentu.

  • Ketahanan terhadap stress corrosion cracking baik.

  • Umumnya bersifat magnetik karena mengandung fase ferritic.

  • Cocok untuk lingkungan dengan kandungan klorida.

Contoh Grade Duplex Stainless Steel

komposisi material duplex

Aplikasi Duplex Stainless Steel

Duplex stainless steel banyak digunakan pada:

  • Platform offshore dan fasilitas minyak dan gas.

  • Sistem desalination atau pengolahan air laut.

  • Perpipaan dan tangki proses kimia.

  • Industri pulp and paper.

  • Sistem pengendalian polusi.

  • Industri farmasi.

  • Komponen kelautan dan angkatan laut.

  • Fasilitas LNG, geotermal, dan pengolahan cairan korosif.

5. Precipitation-Hardened Stainless Steel

aplikasi PH stainless steel

Precipitation-hardened stainless steel atau PH stainless steel adalah jenis stainless steel yang memperoleh kekuatan melalui proses precipitation hardening atau age hardening. Proses ini membentuk presipitat halus dalam struktur material untuk meningkatkan kekuatan dan kekerasannya.

PH stainless steel banyak digunakan ketika aplikasi membutuhkan kombinasi kekuatan tinggi, stabilitas dimensi, serta ketahanan korosi yang baik.

Karakteristik PH Stainless Steel

  • Memiliki kekuatan tinggi setelah proses pengerasan.

  • Memiliki stabilitas dimensi yang baik.

  • Ketahanan korosi baik, tergantung grade.

  • Dapat diproses melalui perlakuan solution treatment dan aging.

  • Cocok untuk komponen presisi dengan toleransi ketat.

  • Tersedia dalam kelompok martensitic, semi-austenitic, dan austenitic PH.

Contoh Grade PH Stainless Steel

Grade Karakteristik Singkat Aplikasi Umum
17-4 PH / Grade 630 Kuat, tahan korosi, banyak digunakan di industri Valve, gear, fastener, komponen pompa
17-7 PH Memiliki karakteristik pegas dan kekuatan tinggi Aerospace, spring, washer
15-7 Mo Kekuatan tinggi setelah pengerasan usia Komponen aerospace dan industri
A286 Kekuatan baik pada suhu tinggi Aerospace, turbin, fastener suhu tinggi

Aplikasi PH Stainless Steel

PH stainless steel biasa digunakan untuk:

  • Komponen aerospace dan pesawat.

  • Baut, mur, gear, serta fastener berkekuatan tinggi.

  • Valve, shaft, dan komponen pompa.

  • Industri minyak dan gas.

  • Peralatan nuklir.

  • Komponen mesin presisi.

  • Komponen yang memerlukan stabilitas bentuk setelah proses pengerasan.

Cara Memilih Jenis Stainless Steel

Gunakan panduan berikut untuk memilih stainless steel sesuai kebutuhan aplikasi.

  1. Tentukan lingkungan penggunaan.
    Untuk lingkungan lembap, kimia, atau dekat air laut, pertimbangkan grade dengan ketahanan korosi lebih tinggi seperti 316, duplex, atau super duplex sesuai kebutuhan teknis.

  2. Pertimbangkan kebutuhan kekuatan.
    Jika membutuhkan kekerasan dan ketahanan aus, martensitic atau PH stainless steel dapat menjadi pilihan.

  3. Perhatikan kebutuhan fabrikasi.
    Austenitic umumnya lebih mudah dibentuk dan dilas. Martensitic, terutama dengan kandungan karbon tinggi, dapat membutuhkan perhatian lebih saat pengelasan.

  4. Evaluasi paparan klorida.
    Lingkungan dengan air laut atau klorida dapat meningkatkan risiko pitting dan korosi celah. Duplex atau grade austenitic dengan molibdenum seperti 316 biasanya lebih sesuai, tergantung kondisi penggunaan.

  5. Sesuaikan dengan suhu kerja.
    Tidak semua grade memiliki performa yang sama pada suhu tinggi maupun rendah. Pilih grade berdasarkan batas suhu, ketahanan oksidasi, dan stabilitas material.

  6. Pastikan spesifikasi teknis.
    Selalu verifikasi grade, standar material, sertifikat material, ukuran, bentuk produk, serta rekomendasi produsen sebelum membeli atau menggunakannya.

Produk Stainless Steel di Mega Jaya

Mega Jaya menyediakan beragam produk stainless steel untuk kebutuhan rigging, lifting, pengikatan, hingga aplikasi industri. Produk yang tersedia meliputi:

  • Rantai stainless steel.

  • Wire rope stainless steel.

  • Turnbuckle stainless steel.

  • Shackle stainless steel.

  • Wire rope clip stainless steel.

Pilih produk berdasarkan grade material, ukuran, kapasitas kerja, kebutuhan lingkungan, dan aplikasi penggunaan. Untuk kebutuhan yang berkaitan dengan beban atau rigging, pastikan spesifikasi produk sesuai dengan kebutuhan teknis pekerjaan.

FAQ

Apa saja 5 jenis stainless steel?

Lima kategori utama stainless steel adalah austenitic, ferritic, martensitic, duplex, dan precipitation-hardened atau PH stainless steel.

Stainless steel mana yang paling tahan korosi?

Ketahanan korosi bergantung pada grade dan kondisi aplikasi. Untuk lingkungan korosif atau mengandung klorida, grade seperti stainless steel 316, duplex 2205, atau super duplex 2507 sering dipertimbangkan karena memiliki ketahanan korosi lebih tinggi dibanding grade umum.

Apakah stainless steel 304 dan 316 termasuk austenitic?

Ya. Stainless steel 304 dan 316 termasuk kategori austenitic stainless steel. Grade 316 memiliki tambahan molibdenum sehingga umumnya menawarkan ketahanan lebih baik terhadap korosi tertentu, terutama pada lingkungan dengan klorida.