Mengenal Jenis-jenis Stainless Steel Grade: 200 Series, 300 Series, 400 Series (Part 3)
Stainless steel grade merupakan salah satu cara untuk membedakan jenis stainless steel berdasarkan kekuatannya. Stainless steel termasuk jenis material yang sangat akrab bagi kehidupan sehari-hari, terutama sebagai material bahan baku peralatan dapur. Mungkin tidak banyak yang mengetahui tentang jenis-jenis stainless steel. Padahal jenis stainless steel yang bervariasi inilah yang dapat mempengaruhi aplikasi yang berbeda, karena memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri.
|
Key Takeaways |
|
| Klasifikasi Struktur |
Detail |
| Seri 300 (Austenitic) | Merupakan jenis yang paling populer di industri (seperti Grade 304 dan 316). Seri ini menawarkan ketahanan korosi paling superior karena kaya akan nikel dan kromium, serta memiliki sifat non-magnetik. |
| Seri 200 (Austenitic) | Berfungsi sebagai alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan seri 300. Seri 200 mengganti sebagian besar unsur nikel dengan mangan, sehingga harganya lebih terjangkau namun dengan ketahanan korosi yang lebih standar |
| Seri 400 (Ferritic & Martensitic) | Memiliki kandungan nikel yang sangat minim atau bahkan tidak ada, sehingga material ini bersifat magnetik. Penggunaannya lebih dioptimalkan untuk mencapai tingkat kekerasan struktural yang tinggi, ketahanan aus, dan efisiensi biaya |
Sekilas Tentang Stainless Steel
Stainless steel atau baja tahan karat merupakan material logam paduan yang sangat populer dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia industri, mulai dari pembuatan peralatan dapur hingga komponen rigging alat berat. Sifat utamanya yang anti-karat berasal dari kandungan kromium minimal 10,5%.
Kromium ini bereaksi dengan oksigen untuk membentuk lapisan oksida tipis yang tidak kasat mata di permukaan baja (lapisan pelindung / protective layer). Lapisan pasif ini mengunci zat besi (ferum) agar tidak bersentuhan langsung dengan oksigen dan kelembapan, sehingga mencegah timbulnya karat.
Selain besi dan kromium, material stainless steel juga dipadukan dengan unsur penting lainnya seperti mangan, molybdenum, nikel, dan silikon untuk menghasilkan karakteristik mekanis yang spesifik sesuai kebutuhan aplikasinya.
4 Kategori Utama Jenis Stainless Steel
Tabel Ringkasan Kategori & Grade Stainless Steel
| Kategori Utama | Seri / Grade | Karakteristik
Unggulan |
Contoh Aplikasi Industri & Domestik |
| Austenitic | Seri 200 (201, 202) | Harga ekonomis, nikel rendah diganti mangan, fleksibilitas tinggi, tahan korosi standar. | Peralatan rumah tangga, mesin cuci, dekoratif, trim otomotif, gerbong kereta. |
| Austenitic | Seri 300 (304, 316, dll) | Paling populer, nikel & kromium tinggi, sangat tahan korosi, non-magnetik. | Peralatan dapur, industri makanan, tangki kimia, industri laut, alat lifting konstruksi. |
| Ferritic | Seri 400 (409, 430, 434) | Kromium tinggi tanpa nikel, magnetik, tahan korosi sedang, harga terjangkau. | Knalpot otomotif, tabung, pipa, bak cuci piring, setrika uap. |
| Martensitic | Seri 400 (410, 420, 440) | Karbon tinggi, bisa dikeraskan dengan panas, sangat keras, ketahanan korosi lebih rendah. | Alat bedah, pisau, alat pemotong, baut, mur, ring, bantalan bola. |
| Duplex & PH | Spesial | Kombinasi kekuatan mekanis tinggi dan | Aplikasi struktural khusus, industri minyak & gas, komponen presisi tinggi. |
Setelah melihat ringkasan pada tabel di atas, kenali terlebih dahulu pembagian kategori stainless steel berdasarkan struktur mikro mikroskopisnya:
-
Austenitic Stainless Steel
Austenitic stainless steel terdiri atas beberapa kandungan bahan, diantaranya nikel 7%, kromium 16% dan nitrogen. SS austenitic bersifat mempunyai ketahanan dan kekuatan yang baik, pada suhu rendah dan suhu tinggi. Jenis stainless steel ini juga mempunyai sifat ketahanan korosi lebih baik dibandingkan martensitic dan ferritic.
-
Ferritic Stainless Steel
Ferritic stainless steel adalah jenis stainless steel yang tersusun atas komposisi kromium dengan kisaran 10,5% sampai 29%, aluminium, sedikit nikel, molybdenum, dan titanium. Jenis SS ini mempunyai tingkat ketahanan yang tidak sehebat SS jenis austenitic. Namun masih bisa dibilang lebih baik dibandingkan martensitic. Kelebihan SS ini yaitu harganya lebih terjangkau.
-
Martensitic Stainless Steel
Martensitic stainless steel memiliki kandungan 2% nikel, karbon berjumlah besar dan 10,5% sampai 18% kromium. Di dalam martensitic juga terdapat kandungan lain berupa niobium, molybdenum, vanadium, tungsten, silicon dan lainnya. Salah satu dari jenis-jenis martensitic stainless steel ini masih mempunyai kekurangan kemampuan untuk mencegah terjadinya korosi, apalagi jika dibandingkan dengan 2 tipe di atas.
-
Duplex Stainless Steel
Duplex stainless steel adalah kelompok terbaru dengan keseimbangan komposisi nikel, chromium, nitrogen, dan molybdenum dengan campuran sama antara golongan ferittic dan austenitic. Sehingga bisa menghasilkan tingkat kekuatan tinggi, memilih ketahanan korosi yang baik. Biasanya direkomendasikan pada temperatur -50 hingga +300oC.
-
Precipitation-Hardened (PH) Stainless Steel
Jenis-jenis stainless steel lainnya adalah precipitation-hardened stainless steel. Ini adalah kombinasi optimal stainless steel martensitic dan austenitic. Inilah kenapa stainless steel yang satu ini mempunyai sifat lebih unik daripada jenis stainless steel lainnya. Selain itu, karakteristik dari PH Stainless steel ini mempunyai kekuatan tinggi serta lebih tahan korosi.
Klasifikasi Berdasarkan Grade (200, 300, 400 Series)
Jenis grade yang ada pada stainless steel memiliki beragam seri. Seri yang berbeda menentukan kadar, komposisi, dan fungsi yang berbeda. Simak selengkapnya berikut ini:
1. Austenitic Chromium-Nickel-Manganese Alloys (Grade 200 series)
Seri 200 memanfaatkan kombinasi mangan dan nitrogen untuk menghemat penggunaan nikel, menjadikannya opsi ekonomis dengan ketahanan korosi di bawah standar Seri 300.
-
Grade 201
Stainless steel austenitic grade 201 ini memiliki kandungan nikel dengan kisaran 3,5%-5,5% dan 16-18% chromium. Bisa dijadikan sebagai alternatif grade 304 dan paduan nikel tinggi. Hal ini dikarenakan memiliki kandungan nikel lebih sedikit, sehingga wajar jika menawarkan perlindungan terhadap korosi dibawah rata-rata.
Keunggulan salah satu dari jenis-jenis stainless steel ini lebih terjangkau dibandingkan jenis stainless steel lainnya, untuk meningkatkan kekuatan luluhnya dapat ditambahkan konsentrasi nitrogen dan mangan ke dalamnya. Gade 201 memiliki tingkat fleksibilitas tinggi, karena kemampuan las dan bentuknya lebih baik.
Aplikasi grade 201 biasanya untuk keperluan bahan dekoratif, peralatan memasang, peralatan rumah tangga, suku cadang otomotif, pintu, jendela, trailer dan gerbong kereta api.
-
Grade 202
Merupakan austenitic stainless steel yang grade-nya lebih besar dari 201, mengandung nikel sekitar 4-6%, mangan 7,5-10% dan 17-19% chromium. Biasanya SS jenis ini banyak diaplikasikan untuk precipitation hardening dan memiliki resistensi terhadap korosi yang baik, memiliki kekuatan, ketangguhan, serta kemampuan pengelasan yang baik.
Karakteristik grade 202 hampir mirip seperti grade 302, hanya saja grade 202 mempunyai kekuatan luluh lebih rendah. Selain itu, anda bisa mengerjakan material SS grade 202 ini dalam kondisi anil. Grade 202 juga lebih hemat biaya.
Di antara jenis-jenis stainless steel yang lain, biasanya grade 202 diaplikasikan dalam bentuk gulungan, lembaran dan pelat untuk memproduksi peralatan rumah tangga, klem selang, gerbong kereta api dan trim otomotif.
2. Austenitic Chromium-Nickel Alloys (Grade 300 Series)
-
Grade 301, 301L, & 301N
Mengandung kromium 16-18%. Memiliki ketahanan korosi setara 304 pada suhu ruang yang tidak terlalu ekstrem. Grade 301L memiliki keuletan dan kemampuan las yang lebih baik tanpa perlu proses annealing (anil). Varian 301N memiliki kandungan nitrogen lebih tinggi untuk pengerasan kerja maksimal. Banyak digunakan untuk komponen struktural gerbong, pesawat terbang, truk, trailer, tangki bertekanan, drainase, dan dinding tirai.
-
Grade 302
Mengandung nikel 8% dan kromium 18%. Komposisi kimianya mirip Grade 304 dengan kadar karbon yang sedikit lebih tinggi. Menawarkan kekuatan tarik, ketangguhan, dan ketahanan korosi yang tinggi. Diaplikasikan pada peralatan penanganan makanan, bejana bertekanan, alat medis, serta produk berbentuk kawat, kabel, dan pegas.
-
Grade 304, 304L, & 304H
Jenis paling populer dan paling banyak diaplikasikan di dunia. Mengandung 8% nikel dan 18% kromium dengan ketahanan oksidasi serta ketahanan kimia yang sangat andal. Memiliki keuletan tinggi sehingga mudah dibentuk menjadi panci, bak cuci piring, sekrup, baut, dan mur. Terdiri dari varian 304L (low carbon) dan 304H (high carbon). Rentan terhadap korosi pitting jika terkena paparan klorida tinggi.
-
Grade 305
Memiliki kandungan nikel minimal 10% dan kromium 18%. Kadar nikel yang tinggi memicu tingkat pengerasan kerja yang rendah, sehingga sangat cocok untuk metode pembentukan dalam (deep drawing) seperti wajan, cangkir, sekrup, paku keling, dan lubang tali. Tidak disarankan untuk pengelasan jenis oxyacetylene.
-
Grade 309
Mengandung nikel 12% dan kromium 22%. Menampilkan ketahanan luar biasa terhadap oksidasi dan suhu ekstrem, serta kekuatan tarik dan mulur yang tinggi. Sangat direkomendasikan untuk pembuatan tungku, boiler, oven, penukar panas (heat exchanger), kiln, knalpot otomotif, dan komponen mesin pesawat.
-
Grade 316, 316L, & 316H
Grade terpopuler kedua setelah 304. Diperkaya dengan kandungan unsur molybdenum yang tinggi, menjadikannya jauh lebih superior dalam melawan korosi celah dan lubang di lingkungan salin (air laut) maupun zat kimia asam. Varian 316L memiliki karbon lebih rendah sehingga sangat ideal untuk proyek konstruksi yang memerlukan banyak aktivitas pengelasan, sedangkan 316H (tinggi karbon) optimal untuk kekuatan luluh pada suhu ekstrem. Banyak diaplikasikan pada industri kilang minyak, panel arsitektur laut, tangki kimia, dan reaktor.
-
Grade 321 & 321H
Golongan austenitic yang distabilkan dengan penambahan titanium. Memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap endapan kromium karbida saat terpapar suhu tinggi. Varian 321H dimodifikasi dengan karbon tinggi guna mendongkrak ketahanan mulur pada temperatur yang sangat tinggi. Sering diaplikasikan pada sambungan ekspansi, tabung elemen pemanas, dan alat proses kimia.
3. Ferritic and Martensitic Chromium Alloys (Grade 400 Series)
Seri 400 tidak menggunakan unsur nikel (atau kadarnya sangat minimal), menjadikannya bersifat magnetik dengan fokus utama pada kekuatan mekanis tinggi atau efisiensi biaya produksi.
-
Grade 410
Tipe martensitic serbaguna dengan kandungan kromium 11,5%. Dapat diproses lewat perlakuan panas untuk mencapai tingkat kekerasan optimal dan ketahanan korosi maksimum. Sangat umum digunakan untuk membuat peralatan makan (sendok, garpu, pisau), baut, mur, ring, serta alat pemotong.
-
Grade 420, 420HC, & 420J2
Tipe martensitic dengan kandungan karbon tinggi yang sanggup melesatkan kekuatan mekanis hingga tekanan 1000 MPa saat mengeras sepenuhnya. Grade 420HC menawarkan retensi tepi yang tajam untuk alat potong, sedangkan 420J2 memiliki kromium lebih tinggi untuk proteksi korosi standar. Diaplikasikan pada alat-alat bedah medis, gunting, pisau, dan alat potong ekonomis lainnya.
-
Grade 430 & 434
Grade 430 merupakan tipe ferritic ekonomis yang tersusun atas besi dan kromium tanpa nikel. Memiliki ketahanan retak tegangan serta ketahanan yang baik terhadap asam nitrat dan asam organik. Sering dipakai untuk bak cuci piring, peralatan dapur, tabung, pipa, dan trim otomotif. Sementara Grade 434 ditambahkan komposisi molybdenum tinggi untuk performa ketahanan korosi yang lebih kuat pada ruang tunggu, gas pembakar, dan setrika uap.
-
Grade 440 (440A, 440B, 440F, 440C)
Tipe martensitic karbon tinggi dengan tingkat kekuatan, kekerasan, dan ketahanan aus tertinggi di kelasnya. Grade 440C memiliki ketahanan korosi yang setara dengan Grade 304, sedangkan 440F sangat ideal untuk pengerjaan permesinan massal. Banyak digunakan pada produk komponen presisi tinggi seperti bantalan bola (ball bearings), katup, dan peralatan makan premium. Tidak disarankan untuk suhu ekstrem karena risiko over tempering.
Beragam Produk Powertec Bahan Stainless Steel di Megajaya
Jika anda menginginkan produk berbahan stainless steel, jangan ragu memilih distributor Megajaya yang menyajikan jenis-jenis stainless steel untuk keperluan industri. Beberapa diantaranya, ada rantai ss, wire rope ss, turnbuckle ss, shackle ss, wire rope clip ss. Bahkan anda bisa memilih produk stainless steel dari brand ternama, Powertec yang kualitasnya tidak diragukan lagi. Cek produknya sekarang juga di Megajaya.co.id!
FAQ
Apa perbedaan menggunakan perlengkapan rigging berbahan Grade 304 dibandingkan 316?
Grade 304 sangat ideal dan populer untuk pengencang mekanis (sekrup, baut, mur) serta alat lifting di konstruksi umum karena memiliki ketahanan kimia dan oksidasi yang sangat baik di berbagai kondisi suhu. Namun, Grade 304 rentan mengalami korosi pitting jika terkontaminasi klorida tinggi. Oleh karena itu, jika proyek Anda berada di kilang lepas pantai atau area terpapar air laut, Grade 316 adalah pilihan yang lebih aman.
Mengapa alat berat, industri pertambangan, dan lifting hardware banyak menggunakan Seri 300?
Seri 300 dari golongan Austenitic memiliki perpaduan nikel dan kromium yang memberikan ketahanan korosi jauh lebih baik dibandingkan tipe Martensitic maupun Ferritic. Selain itu, jenis ini memiliki ketahanan dan kekuatan yang sangat stabil baik pada suhu rendah maupun suhu tinggi, sehingga sangat ideal dan aman untuk aplikasi alat pengangkat (lifting) beban berat.
Apa saja perlengkapan rigging berbahan stainless steel yang tersedia di Megajaya?
Megajaya menyediakan berbagai macam produk material rigging berbahan stainless steel bermutu tinggi untuk kebutuhan industri dari merek Powertec. Beberapa produk unggulannya meliputi rantai SS, wire rope SS (kawat seling), turnbuckle SS, shackle SS, hingga wire rope clip SS.
BACA JUGA:




