Artikel, Kategori Lainnya

Mengenal Jenis-jenis Stainless Steel Grade: 200 Series, 300 Series, 400 Series  (Part 3)

jenis stainless steel grade

Stainless steel grade merupakan salah satu cara untuk membedakan jenis stainless steel berdasarkan kekuatannya. Stainless steel termasuk jenis material yang sangat akrab bagi kehidupan sehari-hari, terutama sebagai material bahan baku peralatan dapur. Mungkin tidak banyak yang mengetahui tentang jenis-jenis stainless steel. Padahal jenis stainless steel yang bervariasi inilah yang dapat mempengaruhi aplikasi yang berbeda, karena memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri.

Sekilas Tentang Stainless Steel

Stainless steel setidaknya mengandung 10,5% chromium sebagai bahan yang dapat mencegah pengaratan logam atau korosi. Kemampuan ketahanan korosi ini didapatkan dari lapisan oksida chromium yang terbentuk dan menghalangi terjadinya oksidasi besi atau ferum.

Stainless steel terdiri atas besi yang dicampur bersama komponen lain, seperti mangan, molybdenum, nikel, krom, dan silicon. Perpaduan antara oksidasi krom dengan nikel, membentuk lapisan pelindung atau protective layer untuk menutupi bagian permukaan material stainless steel itu sendiri. Sehingga besi pada stainless tidak langsung bertemu dengan oksigen, serta tidak menimbulkan karat.

Kategori Stainless Steel Grade

kategori stainless steel

Berikut ini ada jenis-jenis kategori stainless steel yang memiliki komposisi dan karakter yang berbeda :

  • Austenitic Stainless Steel

Austenitic stainless steel terdiri atas beberapa kandungan bahan, diantaranya nikel 7%, kromium 16% dan nitrogen. SS austenitic bersifat mempunyai ketahanan dan kekuatan yang baik, pada suhu rendah dan suhu tinggi. Jenis stainless steel ini juga mempunyai sifat ketahanan korosi lebih baik dibandingkan martensitic dan ferritic.

  • Ferritic Stainless Steel

Ferritic stainless steel adalah jenis stainless steel yang tersusun atas komposisi kromium dengan kisaran 10,5% sampai 29%, aluminium, sedikit nikel, molybdenum, dan titanium. Jenis SS ini mempunyai tingkat ketahanan yang tidak sehebat SS jenis austenitic. Namun masih bisa dibilang lebih baik dibandingkan martensitic. Kelebihan SS ini yaitu harganya lebih terjangkau.

  • Martensitic Stainless Steel

Martensitic stainless steel memiliki kandungan 2% nikel, karbon berjumlah besar dan 10,5% sampai 18% kromium. Di dalam martensitic juga terdapat kandungan lain berupa niobium, molybdenum, vanadium, tungsten, silicon dan lainnya. Salah satu dari jenis-jenis martensitic stainless steel ini masih mempunyai kekurangan kemampuan untuk mencegah terjadinya korosi, apalagi jika dibandingkan dengan 2 tipe di atas.

  • Duplex Stainless Steel

Duplex stainless steel adalah kelompok terbaru dengan keseimbangan komposisi nikel, chromium, nitrogen, dan molybdenum dengan campuran sama antara golongan ferittic dan austenitic. Sehingga bisa menghasilkan tingkat kekuatan tinggi, memilih ketahanan korosi yang baik. Biasanya direkomendasikan pada temperatur -50 hingga +300oC.

  • Precipitation-Hardened Stainless Steel

Jenis-jenis stainless steel lainnya adalah precipitation-hardened stainless steel. Ini adalah kombinasi optimal stainless steel martensitic dan austenitic. Inilah kenapa stainless steel yang satu ini mempunyai sifat lebih unik daripada jenis stainless steel lainnya. Selain itu, karakteristik dari PH Stainless steel ini mempunyai kekuatan tinggi serta lebih tahan korosi.

Jenis Grade Stainless Steel

Jenis grade yang ada pada stainless steel memiliki beragam seri. Seri yang berbeda menentukan kadar, komposisi, dan fungsi yang berbeda. Simak selengkapnya berikut ini:

1. Austenitic Chromium-Nickel-Manganese Alloys (Grade 200 series)

stainless steel grade 200

  • Grade 201

Stainless steel austenitic grade 201 ini memiliki kandungan nikel dengan kisaran 3,5%-5,5% dan 16-18% chromium. Bisa dijadikan sebagai alternatif grade 304 dan paduan nikel tinggi. Hal ini dikarenakan memiliki kandungan nikel lebih sedikit, sehingga wajar jika menawarkan perlindungan terhadap korosi dibawah rata-rata.

Keunggulan salah satu dari jenis-jenis stainless steel ini lebih terjangkau dibandingkan jenis stainless steel lainnya, untuk meningkatkan kekuatan luluhnya dapat ditambahkan konsentrasi nitrogen dan mangan ke dalamnya. Gade 201 memiliki tingkat fleksibilitas tinggi, karena kemampuan las dan bentuknya lebih baik.

Aplikasi grade 201 biasanya untuk keperluan bahan dekoratif, peralatan memasang, peralatan rumah tangga, suku cadang otomotif, pintu, jendela, trailer dan gerbong kereta api.

  • Grade 202

Merupakan austenitic stainless steel yang grade-nya lebih besar dari 201, mengandung nikel sekitar 4-6%, mangan 7,5-10% dan 17-19% chromium. Biasanya SS jenis ini banyak diaplikasikan untuk precipitation hardening dan memiliki resistensi terhadap korosi yang baik, memiliki kekuatan, ketangguhan, serta kemampuan pengelasan yang baik.

Karakteristik grade 202 hampir mirip seperti grade 302, hanya saja grade 202 mempunyai kekuatan luluh lebih rendah. Selain itu, anda bisa mengerjakan material SS grade 202 ini dalam kondisi anil. Grade 202 juga lebih hemat biaya.

Di antara jenis-jenis stainless steel yang lain, biasanya grade 202 diaplikasikan dalam bentuk gulungan, lembaran dan pelat untuk memproduksi peralatan rumah tangga, klem selang, gerbong kereta api dan trim otomotif.

2. Austenitic Chromium-Nickel Alloys (Grade 300 series)

stainless steel grade 300

  • Grade 301

Stainless Steel Grade 301 termasuk salah satu austenitic stainless steel. Jenis stainless steel ini memiliki ketahanan korosi sama seperti pada grade 304 jika diaplikasikan pada lingkungan yang sedikit korosif di dalam suhu ruangan. Akan tetapi, grade 301 tingkat ketahanan korosinya lebih rendah jika diaplikasikan pada lingkungan yang bersifat sangat korosif serta pada suhu tinggi,mengingat kandungan chromium-nya yang lebih sedikit hanya 16-18% saja.

Pada suhu dingin, grade 301 mempunyai kekuatan yang cukup tinggi. Jenis-jenis stainless steel ini biasanya bersifat magnetik saat bekerja pada suhu dingin. Sangat ideal diaplikasikan untuk pengelasan.

Grade 301L termasuk salah satu varian dari grade 301 dengan karakteristik yang memiliki kemampuan las dan tingkat keuletan lebih baik. Untuk mencapai ketahanan korosi maksimum, grade 301L tidak perlu dianil.

Varian lainnya dari grade 301 adalah 301N, dengan kandungan nitrogen yang lebih tinggi, mempunyai tingkat pengerasan kerja lebih tinggi. Pada grade ini juga tidak dibutuhkan annealing.

Pada grade 301 dan grade 301LN biasanya diaplikasikan untuk komponen struktural pada gerbong, pesawat terbang, truk, trailer, mobil, peralatan memasak, klip, peralatan dapur, dinding tirai, dan lainnya. Sementara itu, pada grade 301L biasanya diaplikasikan pada baja bertekanan, drainase, komponen pintu, dan komponen struktural yang digunakan untuk gerbong.

  • Grade 302

Grade 302 merupakan jenis austenitic stainless steel, yang memiliki kandungan nikel 8% dan chromium 18 %. Memiliki komposisi kimia yang hampir sama dengan SS grade 304, hanya saja berbeda dari kandungan karbonnya yang sedikit lebih tinggi.

Karakteristik stainless steel grade 302 memiliki kekuatan tarik, ketangguhan, ketahanan korosi dan kekuatan luluh lebih tinggi. Biasanya grade 302 diproses dalam kecepatan rendah dengan volume umpan yang tinggi untuk meminimalisir kecenderungan pengerasan kerja.

Metode pengelasan paling ideal untuk SS grade 302 adalah pengelasan resistansi dan pengelasan fusi.

Untuk aplikasi, grade 302 biasanya dipakai sebagai material peralatan penanganan makanan, peralatan dapur, bejana bertekanan, peralatan memasak, hingga alat-alat medis. Biasanya grade 302 ini dijual dalam bentuk pegas, kawat, kabel dan lapis.

  • Grade 304

Jenis stainless steel grade 304 adalah sejenis austenitic yang paling populer. Biasanya mengandung 8% nikel dan 18% chromium. Grade 304 mempunyai karakteristik ketahanan kimia, korosi dan oksidasi yang sangat baik dalam berbagai kondisi suhu.

Hanya saja grade 304 rentan dari korosi pitting dan rentan mengalami korosi tegangan jika terkontaminasi dengan klorida. Grade 304 terdiri dari grade 304L (low carbon) dan 304H (high carbon).

Tingkat keuletan grade 304 juga cukup tinggi. Maka dari itu, jenis-jenis stainless steel ini mudah dikerjakan dan dibentuk ke dalam berbagai macam produk. Grade 304 mempunyai tingkat kemampuan bentuk yang lebih tinggi jika dibandingkan grade 316.

Aplikasi penggunaan grade 304 biasanya dipakai untuk memproduksi panci, dan bak cuci piring. Grade 304 seringkali dijadikan sebagai material pengencang mekanis, baik itu sekrup, baut, dan mur.

  • Grade 305

Grade 305 adalah sejenis austenitic stainless steel dengan kandungan nikel minimal 10%, karbon tinggi dan kromium sebesar 18%. Mempunyai ketahanan terhadap karat dan bahan kimia yang baik dengan tingkat kekuatan tinggi.,

Mempunyai tingkat pengerasan kerja yang rendah sebab mengandung kadar nikel yang tinggi. Karena itu, grade 305 sangat cocok diaplikasikan untuk proses deep drawing, Bisa dilas menggunakan metode fusi dan resistensi. Hanya saja tidak dianjurkan untuk pengelasan oxyacetylene.

Grade 305 biasanya dibentuk untuk memproduksi wajan, cangkir, lubang tali, sekrup, dan paku keling.

stainless steel grade 300

  • Grade 309

Jenis stainless steel grade 309 masih sejenis austenitic yang memiliki kandungan sedikit karbon, dicampur dengan nikel 12%, dan chromium 22%. Ketahanan terhadap oksidasi dan korosi sudah bisa dibilang sangat baik, memiliki kekuatan tarik dan mulur tinggi.

SS grade 309 bisa dibentuk, dicap, digulung dan ditarik dengan mudah. Dibutuhkan kondisi anil sesudah pengerjaan temperature dingin untuk mencegah terjadinya pengerasan kerja sekaligus mempertahankan keuletannya.

Aplikasi stainless steel grade 309 biasanya digunakan untuk membentuk tungku, boiler, oven, penukar panas, kiln, knalpot otomotif dan mesin pesawat.

  • Grade 316

SS grade 316 merupakan grade SS paling populer bahkan banyak diaplikasikan selain grade 304. Masih termasuk jenis austenitic stainless steel dengan kandungan molybdenum tinggi, mangan, silicon,karbon, nikel, dan kromium tinggi.

Tingginya kadar molybdenum menjadikan grade 316 ini lebih tahan korosi celah dan lubang dibandingkan grade 304 pada lingkungan salin.

Pada grade 316 sendiri terdapat 2 varian, diantaranya grade 316H dan 316L. Pada grade 316L, mempunyai kandungan karbon lebih rendah, serta tidak tahan terhadap endapan chromium carbide. Maka dari itu, penggunaan grade 316L biasanya lebih disukai saat sebuah proyek memerlukan banyak pengelasan.

Sementara, jenis-jenis stainless steel grade ini yaitu grade 316H mempunyai kandungan karbon lebih tinggi. Maka dari itu, biasanya stainless steel jenis ini mempunyai kekuatan luluh dan tarik lebuh tinggi. Bahkan lebih cocok diaplikasikan pada suhu tinggi.

Grade 316 biasanya diaplikasikan pada pembuatan tangki penyimpanan bahan kimia, reactor, penukar panas, tungku dan peralatan proses lainnya. Untuk grade 316 biasanya lebih disukai pada lingkungan industri kilang dan lingkungan laut. Selain itu juga kerap digunakan dalam panel arsitektur.

  • Grade 321

Jenis-jenis stainless steel grade lainnya adalah grade 321. Jenis stainless steel ini termasuk ke dalam golongan austenitic stainless steel yang distabilkan menggunakan titanium dengan tingkat ketahanan korosi yang baik. Mempunyai ketahanan sangat baik terhadap endapan kromium karbida ketika terkena suhu tinggi.

Sementara itu, jenis stainless steel lainnya dari grade 321 adalah grade 321H sebagai modifikasi grade 321. Mempunyai ketahanan mulur yang dapat ditingkatkan, dengan kandungan karbon lebih tinggi pada temperatur lebih tinggi

Biasanya stainless steel grade 321 banyak diaplikasikan pada pembuatan komponen pesawat, sambungan ekspansi, tungku, penukar panas, peralatan proses kimia dan tabung elemen pemanas.

  • Grade 347

GRade 347 termasuk jenis austenitic stainless steel yang telah distabilkan dengan nobelium. Sama halnya dengan grade 321, grade ini juga tidak rentan terhadap presipitasi kromium karbida, dengan mempunyai tingkat ketahanan korosi intergranular sangat baik. Menariknya lagi, grade 347 menawarkan tingkat ketahanan oksidasi yang lebih baik dibandingkan grade 321.

Untuk aplikasi jenis-jenis stainless steel grade ini hampir sama dengan grade 321, yaitu untuk sambungan ekspansi, tabung elemen pemanas dan peralatan proses kimia.

3. Ferritic and Martensitic Chromium Alloys (Grade 400 series)

stainless steel grade 400

  • Grade 409

Stainless steel grade 409 merupakan jenis stainless steel ferritic yang telah distabilkan oleh niobium dan atau titanium. Karakteristik grade 409 yaitu mempunyai sifat mekanik dan ketahanan korosi yang baik dan mampu bertahan pada suhu tinggi.

Tingkat pengelasan dan kemampuan bentuknya juga sudah baik. Bisa dilas menggunakan berbagai macam metode.

Hanya saja pengelasan pada jenis-jenis stainless steel grade 409 membutuhkan pemanasan awal dengan temperatur mulai dari 150-2600 oC. Tidak cocok digunakan pada aplikasi estetika karena kecenderungan membentuk permukaan yang berkarat.

Aplikasi stainless steel grade 409 pada awalnya dikembangkan pada sistem pembuangan otomotif, namun telah diperluas ke dalam produk catalytic converter, filter bahan bakar, muffler, mesin pertanian dan penukar panas.

  • Grade 410

Jenis-jenis stainless steel grade 410 termasuk ke dalam jenis martensitic stainless steel yang serbaguna dengan kandungan chromium 11,5%. Biasanya diperlakukan menggunakan panas untuk mencapai tingkat kekerasan optimal dan korosi maksimum. Namun memberikan ketahanan korosi lebih sedikit dibandingkan austenitic stainless steel dan grade 430.

Aplikasi grade 410 biasanya dimanfaatkan untuk membuat peralatan makan, sendok garpu, pisau,baut, alat pemotong, mur, dan ring.

  • Grade 420

Jenis-jenis stainless steel grade lainnya adalah grade 420 yang termasuk ke dalam jenis martensitic stainless steel, dengan kandungan karbon tinggi. Memiliki kekuatan yang meningkat secara signifikan pada tekanan 1000 MPa saat mengeras.

Ketahanan korosi Grade 420 lebih rendah dari jenis stainless steel ferritic dan austenitic, namun bisa bertahan pada kondisi alkali, air tawar, asam ringan, dan temperature normal. Pada keadaan anil, grade 420 mempunyai tingkat keuletan baik namun mempunyai ketahanan korosi yang kurang, oleh sebab itu dipakai dalam kondisi yang sepenuhnya mengeras.

Grade 420HC mempunyai kandungan karbon yang lebih tinggi dibandingkan grade 420. Alat pemotong dari grade 420 HC biasanya mempunyai tingkat retenti tepi yang baik. Merupakan alternatif lebih terjangkau diantara jenis-jenis stainless steel grade 420HC namun ketahanan korosinya lebih rendah.

Sementara grade 420J2 merupakan varian grade 420 lain dengan kandungan kromium lebih tinggi dengan ketahanan korosi yang baik.

Aplikasi grade 420 biasanya ditemukan pada peralatan makan, gunting, alat-alat bedah, pisau, dan alat pemotong lainnya. Sedangkan SS grade 420J2 dan 420HC digunakan pada alat pemotong dan pisau ekonomis.

  • Grade 430

Termasuk ke dalam jenis ferritic stainless steel yang terdiri atas besi dan krom, mempunyai konsentrasi nikel, karbon dan elemen paduan lainnya yang sangat rendah. Namun grade 430 tergolong lebih mudah.

Ketahanan terhadap korosi dan panas yang baik bisa menangani asam nitrat dan asam organic. Grade 430 juga mempunyai ketahanan retak tegangan yang sangat baik. Mempunyai kemampuan bentuk yang baik dan work hardening rate rendah. Namun mempunyai tingkat keuletan rendah.

Jenis-jenis stainless steel grade 430 ini biasanya digunakan untuk material bak cuci piring, peralatan dapur, tabung, pipa, dan trim otomotif.

  • Grade 434

Jenis-jenis stainless steel lainnya yaitu grade 434, sebagai golongan ferritic stainless steel yang bersifat non-hardenable. Mengandung komposisi molybdenum tinggi. Memiliki performa yang mendekati performa grade 430.

Biasanya diaplikasikan pada pembuatan ruang tungku, trim otomotif, gas pembakar, peralatan proses kimia, sendok garpu dan setrika uap.

  • Grade 440

SS grade 440 adalah sejenis martensit stainless steel  dengan kandungan karbon tinggi. Karakteristik jenis stainless steel ini mempunyai tingkat kekuatan, ketahanan aus dan tingkat kekerasan tinggi. Namun, penggunaan grade 440 tidak dianjurkan pada penggunaan temperature tinggi karena resiko over tempering.

Ada 4 varian dari grade 440 ini, yaitu grade 4401, 440 B, 440F, dan 440C. Semua tipe dari grade 440 mempunyai sifat hampir sama. Pada grade 440C mempunyai ketahanan korosi yang sama seperti grade 304. Grade 440F biasanya dipakai untuk aplikasi permesinan. Beberapa aplikasi grade 440 diantaranya digunakan sebagai bantalan bola, peralatan makan dan pada katup.

Bagaimana, jenis-jenis stainless steel grade sangat beragam bukan? Bahkan aplikasinya sangat luas karena bisa digunakan dalam berbagai keperluan, baik untuk keperluan rumah tangga hingga perusahaan.

Beragam Produk Powertec Bahan Stainless Steel di Megajaya

Jika anda menginginkan produk berbahan stainless steel, jangan ragu memilih distributor Megajaya yang menyajikan jenis-jenis stainless steel untuk keperluan industri. Beberapa diantaranya, ada rantai ss, wire rope ss, turnbuckle ss, shackle ss, wire rope clip ss. Bahkan anda bisa memilih produk stainless steel dari brand ternama, Powertec yang kualitasnya tidak diragukan lagi. Cek produknya sekarang juga di Megajaya.co.id! 

BACA JUGA: